Perkembangan kecerdasan buatan atau AI membuat manusia menghadapi perubahan besar dalam cara bekerja, belajar, dan mengambil keputusan. Di tengah semakin banyaknya pekerjaan yang dapat dibantu teknologi, perhatian mulai bergeser pada kemampuan manusia untuk tetap menentukan arah hidupnya sendiri.
Riset terbaru mengenai hubungan antara pekerjaan, kesejahteraan, dan masa depan AI menempatkan agency atau rasa memiliki kendali atas pilihan sebagai salah satu faktor penting. Studi tersebut meninjau berbagai penelitian dari sejumlah kelompok masyarakat dan menemukan bahwa hubungan antara pekerjaan dan kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya pekerjaan, tetapi juga oleh seberapa besar seseorang memiliki pilihan dan kendali terhadap kehidupannya.
AI Membuat Cara Pandang terhadap Pekerjaan Berubah
AI semakin banyak digunakan untuk menyelesaikan tugas yang sebelumnya dilakukan manusia. Kondisi tersebut membuat sebagian orang mulai mempertanyakan kembali hubungan antara pekerjaan, produktivitas, dan identitas diri.
Di satu sisi, teknologi dapat membantu seseorang menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat. Namun di sisi lain, terlalu bergantung pada teknologi dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir dan mengambil keputusan secara mandiri.
Karena itu, mindset di era AI tidak cukup hanya dibangun dengan keinginan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Seseorang juga perlu memahami kapan teknologi harus digunakan dan kapan keputusan sebaiknya tetap berada di tangan manusia.
Kendali Diri Menjadi Kekuatan Baru
Kemampuan menentukan pilihan menjadi semakin penting ketika teknologi mampu memberikan banyak alternatif dalam waktu singkat.
Seseorang yang memiliki kendali terhadap keputusan tidak akan langsung mengikuti semua rekomendasi yang diberikan teknologi. Ia tetap mempertimbangkan tujuan pribadi, nilai yang dipercaya, kemampuan, serta dampak keputusan tersebut.
Perspektif tersebut sejalan dengan temuan riset terbaru yang menunjukkan bahwa agency dan pilihan menjadi salah satu faktor penting dalam hubungan antara status pekerjaan dan kesejahteraan seseorang.
Bukan Berarti Harus Menolak AI
Memiliki mindset yang mandiri bukan berarti seseorang harus menjauhi AI. Justru, kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dapat menjadi bagian dari pola pikir yang lebih adaptif.
Perkembangan di dunia kerja menunjukkan bahwa AI mulai membuat batas antarprofesi semakin fleksibel. Analisis terbaru bahkan menemukan bahwa pekerja menggunakan AI untuk mengerjakan tugas yang berada di luar batas pekerjaan tradisional mereka.
Situasi tersebut membuat kemampuan menilai menjadi semakin penting. Pengguna AI perlu mengetahui pekerjaan mana yang layak didelegasikan kepada teknologi dan mana yang membutuhkan keahlian manusia.
Mindset Baru: Teknologi Membantu, Manusia Tetap Mengarahkan
Perubahan teknologi kemungkinan akan terus berlangsung. Karena itu, mindset yang relevan bukan sekadar menjadi orang yang paling cepat menggunakan AI, melainkan mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan kemampuan menentukan arah.
AI dapat menjadi alat untuk mempercepat pekerjaan, mencari informasi, atau menghasilkan berbagai alternatif. Namun tujuan akhirnya tetap perlu ditentukan manusia.
Dengan cara pandang tersebut, perkembangan AI tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang sepenuhnya menghilangkan kendali manusia. Sebaliknya, teknologi dapat digunakan sebagai alat selama seseorang tetap memahami tujuan, batasan, dan keputusan yang ingin diambil.
Pada akhirnya, mindset di era AI semakin berkaitan dengan kemampuan untuk memilih, menilai, dan tetap memiliki kendali atas keputusan sendiri.