Mindset sering dianggap sebagai cara pandang yang melekat pada diri seseorang. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya tidak selalu bersifat tetap.
Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan 508 mahasiswa dalam mata kuliah fisika berbasis kalkulus menemukan adanya perubahan pola fixed mindset selama proses perkuliahan. Penelitian tersebut melihat bagaimana mahasiswa memandang kemampuan dalam bidang fisika dan bagaimana keyakinan tersebut berubah berdasarkan pengalaman akademik.
Temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa mindset dapat bersifat dinamis.
Tantangan Akademik Bisa Memengaruhi Cara Pandang
Dalam penelitian tersebut, mahasiswa dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan kecenderungan mereka menolak pandangan bahwa kemampuan fisika merupakan sesuatu yang tidak dapat berubah.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan secara keseluruhan pada kecenderungan fixed mindset selama perkuliahan. Namun perubahan tersebut tidak berlangsung dengan pola yang sama pada semua mahasiswa.
Artinya, pengalaman selama belajar dapat memengaruhi cara seseorang melihat kemampuan dirinya.
Ketika menghadapi materi yang sulit, seseorang bisa saja merasa bahwa dirinya tidak cukup pintar. Tetapi pengalaman yang sama juga dapat menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar dan latihan.
Nilai Tidak Selalu Menentukan Cara Seseorang Berkembang
Salah satu hal menarik dari penelitian tersebut adalah adanya perbedaan perubahan mindset berdasarkan pengalaman mendapatkan nilai. Perubahan terlihat terutama pada mahasiswa yang memperoleh nilai B atau C, yang merupakan nilai yang umum dalam mata kuliah tersebut.
Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil akademik tidak hanya menjadi angka di dalam rapor atau transkrip. Pengalaman mendapatkan hasil tertentu dapat memengaruhi cara seseorang menilai kemampuan dirinya.
Karena itu, kegagalan maupun hasil yang belum sesuai harapan tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki kemampuan. Respons terhadap hasil tersebut justru dapat menentukan cara pandang berikutnya.
Mindset Bisa Dibentuk Lewat Respons
Jika mindset dapat berubah berdasarkan pengalaman, maka cara seseorang merespons tantangan menjadi penting.
Daripada langsung menyimpulkan bahwa dirinya tidak mampu, seseorang dapat melihat kesulitan sebagai informasi mengenai bagian yang masih perlu dipelajari.
Pola pikir tersebut tidak berarti mengabaikan hasil. Nilai atau kegagalan tetap perlu dievaluasi. Namun evaluasi diarahkan untuk mencari strategi berikutnya, bukan sekadar memberikan label terhadap kemampuan diri.
Belajar Menjadi Proses yang Terus Bergerak
Temuan penelitian terbaru tersebut memberikan perspektif menarik bahwa mindset bukan sesuatu yang selalu terkunci sejak awal. Pengalaman belajar, hasil yang diperoleh, dan cara seseorang merespons tantangan dapat ikut membentuk perubahan cara pandang.
Hal ini relevan bukan hanya bagi mahasiswa. Prinsip serupa dapat diterapkan dalam pekerjaan, bisnis, maupun kehidupan sehari-hari.
Seseorang yang awalnya merasa tidak memiliki kemampuan tertentu masih dapat mengubah cara pandangnya setelah mendapatkan pengalaman baru.
Dengan begitu, mindset yang sehat bukan berarti selalu merasa percaya diri. Yang lebih penting adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk belajar, mengevaluasi kesalahan, dan mengakui bahwa kemampuan dapat berkembang seiring proses.