Cara seseorang melihat kehidupan tidak selalu harus sama sepanjang waktu. Pengalaman, pengetahuan baru, lingkungan, hingga berbagai tantangan dapat membuat seseorang meninjau kembali pandangan yang selama ini dianggap benar.
Mempertanyakan keyakinan lama bukan berarti seseorang tidak memiliki pendirian. Justru, kemampuan untuk mengevaluasi kembali cara berpikir dapat menjadi bagian dari proses perkembangan diri.
Konsep growth mindset sendiri berangkat dari pandangan bahwa kemampuan tertentu dapat berkembang melalui usaha, strategi yang tepat, serta umpan balik. Penelitian mengenai mindset juga menunjukkan bahwa keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya dapat mengalami perubahan sepanjang proses belajar.
Tidak Semua Keyakinan Lama Harus Dipertahankan
Setiap orang memiliki keyakinan yang terbentuk dari pengalaman masa lalu. Ada yang berasal dari keluarga, lingkungan pertemanan, pendidikan, maupun pengalaman pribadi.
Masalahnya, tidak semua keyakinan yang pernah membantu seseorang di masa lalu masih sesuai dengan kondisi saat ini.
Contohnya, seseorang mungkin pernah percaya bahwa kegagalan merupakan tanda dirinya tidak mampu. Setelah mengalami berbagai proses, pandangan tersebut bisa berubah menjadi pemahaman bahwa kegagalan justru dapat memberikan informasi mengenai hal yang perlu diperbaiki.
Perubahan seperti ini menunjukkan adanya perkembangan cara berpikir.
Mempertanyakan Bukan Berarti Menolak Semuanya
Kemampuan berpikir terbuka tidak berarti seseorang harus menolak semua hal yang sudah dipercayainya.
Yang lebih penting adalah memiliki keberanian untuk bertanya.
Apakah keyakinan tersebut masih relevan? Dari mana keyakinan itu berasal? Apakah ada pengalaman baru yang menunjukkan sudut pandang berbeda? Apakah keputusan yang dibuat selama ini benar-benar berdasarkan pertimbangan sendiri?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang membedakan antara prinsip yang memang penting dengan asumsi yang selama ini diterima begitu saja.
Pengalaman Bisa Mengubah Cara Pandang
Perubahan cara berpikir sering muncul ketika seseorang berhadapan dengan pengalaman yang tidak sesuai dengan perkiraannya.
Seseorang yang sebelumnya takut mencoba sesuatu mungkin akhirnya menyadari bahwa dirinya mampu setelah mengambil kesempatan. Orang yang menganggap dirinya tidak berbakat dalam bidang tertentu juga bisa menemukan kemampuan baru setelah belajar lebih lama.
Riset terbaru pada mahasiswa dalam pembelajaran fisika menemukan adanya perubahan pada keyakinan tentang apakah kemampuan di bidang tersebut bersifat tetap atau dapat berkembang selama mengikuti mata kuliah. Temuan ini memperlihatkan bahwa mindset dapat bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh proses serta pengalaman belajar.
Terbuka pada Perspektif Baru
Salah satu ciri cara berpikir yang terus berkembang adalah kesediaan mendengarkan perspektif yang berbeda.
Mendengar pendapat orang lain tidak berarti harus langsung menyetujuinya. Namun, perspektif baru dapat memberikan informasi yang sebelumnya tidak pernah dipertimbangkan.
Dari sana, seseorang memiliki kesempatan untuk membandingkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil kesimpulan.
Kebiasaan tersebut juga dapat membuat seseorang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Alih-alih langsung mengatakan “saya sudah tahu jawabannya”, seseorang mulai terbiasa mengatakan “mungkin ada hal lain yang belum saya lihat”.
Jangan Takut Mengubah Pendapat
Banyak orang merasa mengubah pendapat merupakan tanda ketidakkonsistenan. Padahal, perubahan pandangan setelah mendapatkan informasi baru justru dapat menunjukkan kemampuan mengevaluasi diri.
Tentu, bukan berarti setiap pendapat harus berubah setiap kali mendapat informasi baru. Perubahan tetap membutuhkan pertimbangan.
Namun, ketika bukti dan pengalaman menunjukkan bahwa sebuah cara berpikir sudah tidak tepat, mempertahankannya hanya karena gengsi justru dapat menghambat perkembangan.
Mampu mengatakan “saya dulu berpikir seperti itu, tetapi sekarang saya melihatnya secara berbeda” dapat menjadi bentuk kedewasaan dalam berpikir.
Berkembang Tanpa Kehilangan Prinsip
Perubahan cara berpikir juga tidak harus membuat seseorang kehilangan identitas.
Seseorang tetap dapat memiliki prinsip, nilai, dan batasan yang kuat sambil memperbarui cara melihat sebuah persoalan.
Justru, prinsip yang sehat dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi berbagai informasi. Dengan begitu, seseorang tidak mudah mengikuti semua pendapat, tetapi juga tidak menutup diri terhadap kemungkinan bahwa dirinya perlu belajar sesuatu yang baru.
Belajar Menjadi Proses yang Tidak Berhenti
Perkembangan diri pada akhirnya bukan sekadar tentang mengetahui lebih banyak hal. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menyadari bahwa pemahaman seseorang masih bisa berkembang.
Keyakinan yang dahulu terasa benar dapat diperiksa kembali. Kesalahan dapat dijadikan bahan evaluasi. Pengalaman baru dapat digunakan untuk memperbaiki keputusan berikutnya.
Cara berpikir seperti ini membuat seseorang tidak terjebak dalam versi dirinya yang lama.
Kesimpulan
Keberanian mempertanyakan keyakinan lama dapat menjadi bagian penting dari perkembangan cara berpikir. Terbuka terhadap pengalaman, informasi, dan perspektif baru bukan berarti kehilangan prinsip, tetapi memberikan kesempatan untuk memperbaiki pemahaman. Mindset yang berkembang membuat seseorang lebih siap belajar, mengevaluasi diri, dan menyesuaikan cara pandang ketika keadaan berubah.