JAKARTA — Memasuki usia dewasa, lingkaran pertemanan seseorang sering kali berubah. Jika sebelumnya memiliki banyak teman menjadi sesuatu yang menyenangkan, sebagian orang kemudian mulai lebih memilih kualitas hubungan dibandingkan jumlah pertemanan.
Perubahan tersebut tidak selalu berarti seseorang menjadi antisosial. Justru, semakin dewasa seseorang dapat semakin memahami hubungan seperti apa yang memberikan rasa nyaman, dukungan, dan manfaat positif.
Perubahan mindset mengenai pertemanan juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran terhadap waktu dan energi.
Tidak Semua Hubungan Harus Dipertahankan
Ketika masih muda, seseorang mungkin berusaha mempertahankan banyak hubungan karena takut kehilangan teman.
Namun, pengalaman hidup dapat membuat seseorang menyadari bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan dengan cara yang sama.
Ada hubungan yang cukup dijaga sebagai kenalan. Ada pula hubungan yang memang layak dipertahankan karena memiliki rasa saling menghargai.
Kemampuan membedakan hubungan tersebut menjadi salah satu bentuk kedewasaan.
Kualitas Mulai Mengalahkan Kuantitas
Pertemanan yang sehat tidak selalu ditentukan oleh seberapa sering seseorang bertemu atau seberapa banyak teman yang dimiliki.
Hubungan yang berkualitas biasanya memberikan ruang untuk menjadi diri sendiri, berdiskusi, saling mendukung, dan tetap menghormati batas masing-masing.
Karena itu, seseorang dapat merasa lebih nyaman memiliki sedikit teman tetapi hubungan tersebut terasa bermakna.
Mulai Berani Menetapkan Batas
Kedewasaan juga sering membuat seseorang lebih berani mengatakan tidak.
Batasan dalam pertemanan bukan berarti menjauh tanpa alasan. Batasan diperlukan agar seseorang tetap memiliki ruang untuk kehidupan pribadi, pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan dirinya sendiri.
Orang yang mulai memahami batasan biasanya tidak lagi merasa harus selalu tersedia bagi semua orang.
Tidak Lagi Mengejar Validasi
Perubahan mindset juga dapat terlihat dari berkurangnya kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan.
Seseorang tidak lagi merasa harus mengikuti semua ajakan, memiliki gaya hidup yang sama, atau mendapatkan persetujuan teman agar merasa diterima.
Rasa percaya diri yang lebih kuat membuat seseorang dapat menentukan pilihan berdasarkan nilai dan kebutuhan dirinya sendiri.
Pertemanan Bisa Berubah Seiring Waktu
Perubahan lingkungan juga dapat membuat hubungan pertemanan berubah.
Ketika seseorang berpindah pekerjaan, menikah, melanjutkan pendidikan, membangun bisnis, atau pindah tempat tinggal, intensitas pertemuan dengan teman lama dapat berkurang.
Hal tersebut tidak selalu berarti hubungan tersebut berakhir. Sebagian pertemanan justru tetap bertahan meskipun komunikasi tidak sesering sebelumnya.
Selektif Bukan Berarti Menutup Diri
Menjadi lebih selektif dalam memilih teman bukan berarti harus menutup diri dari orang baru.
Sebaliknya, seseorang tetap dapat membangun hubungan baru sambil memiliki batasan yang sehat.
Yang berubah adalah cara seseorang menentukan hubungan mana yang ingin diberikan lebih banyak waktu dan energi.
Pada akhirnya, semakin dewasa seseorang, semakin penting baginya memiliki hubungan yang sehat daripada sekadar memiliki banyak teman.